Infomasi

25 Agustus 2010

RINDUNYA AKU IBU


Oleh : Muchsin Nasution

Entah mengapa dalam dua hari terakhir aku kembali mengingat ibuku yang baru saja pergi meninggalkan ku selama - lamanya dari dunia yang fana ini. Terkadang saat teringat, air mata ini tak kuasa ditahan untuk tetap mengalir. Mungkin hal ini terjadi karena sebagai seorang anak aku tidak bisa hadir disisinya saat dia akan menghembuskan nafas terakhirnya.



Masih cukup segar diingatan ku ketika masih masa - masa sekolah dulu, begitu tabah dan kuatnya dia sebagai seoarang ibu yang berusaha untuk bisa membuat anaknya tetap bersekolah ditengah - tengah himpitan ekonomi yang begitu sulit. Jangankan untuk bersekolah dengan baik untuk biaya hidup sehari - hari saja serasa sangat sulit untuk didapatkan. Namun dengan semangat dan pantang menyerahnya aku masih bisa terus bersekolah walau pun dengan segala kekurangan yang ada.

Dibekali dengan tenaga yang dia miliki dia melakukan pekerjaan yang begitu kasar bahkan sangat memalukan mungkin bagi kebanyakan orang. Namun dia tetap melakukannya tanpa pernah membuat keluhan kepada kami selaku anak - anaknya.

Kini ketika masa itu telah berakhir, beliau pun pergi meninggalkan kami dan tidak akan kembali lagi. Hanya kenangan yang bisa aku rasakan dari diri ibu ku. Aku tak akan pernah mampu untuk membalas semua jerih payahmu itu. 

Aku masih bisa bersyukur saat sebelum dia menghebuskan nafas terakhirnya dia sempat meminta agar saat dia meninggal aku mau menjadi Imam untuk mensholatkan jenajah dirinya. Dan aku bisa memenuhi permintaannya itu meski dengan hati yang begitu sedih dan terbatasnya kemampuanku. Tapi aku yakin Allah Maha Tahu Dan Maha Bijaksana. Semoga apa yang aku lakukan dengan permintaan ibu ku Allah Meridhoinya.

Ibu, meski dirimu telah tiada aku akan tetap mengenangmu dan selalu mendo'akanmu, karena berdasarkan Hadist Rasulullah SAW, hanya ada 3 hal yang akan menolong bila anak adam telah meninggal dunia yaitu ; Amal ibadahnya, Ilmu yang bermanfaat dan do'a anak yang sholeh. Dan aku, sebagai seorang anak akan terus mendo'akan mu agar dirimu selalau mendapat tempat yang baik di sisi Allah SWT, Amiiin...

Ibu, saat ini akhirnya hanya rindu kepadamu yang terus menerus mengisi hari - harikku, hingga terkadang aku lupa kalau dirimu telah pergi. Sering disaat aku gundah aku ingin meneleponmu seperti hari - hari dahulu saat dirimu masih ada. Namun saat hp ini mulai aku gunakan aku jadi begitu sedih ternyata kamu sudah tidak mungkin lagi bisa aku hubungi. Ini sulitnya bagiku untuk bisa melupakanmu karena sejak kamu masih ada aku sudah begitu jauh dari sisimu dan kita hanya bisa bertemu 2 tahun sekali saat aku mudik lebaran.

Kini aku akan kembali saat lebaran ini tapi aku hanya bisa menemui pusaramu saja persis seperti lagu pusara kasih dari El Suraya, yang pernah aku bawa dan itu merupakan lagu kesenanganmu. 

Betapa sepinya lebaran ini tanpa dirimu apa lagi saat ini diriku juga sudah tidak memiliki seorang ayah juga, artinya lengkaplah sudah kehilangan itu. Namun hidup harus terus berjalan dan tulisan ini adalah curhatku akan kehilanganmu dalam blogku ini. 

Semoga teman - teman yang masih memiliki orang tua berusahalah terus untuk membahagiakan orang tua kita.  Karena saat dia pergi kita akan menyesal bila kita tidak pernah bisa membahagiakannya apa lagi bila sampai menyakiti hatinya...

Selamat jalan ibu...


3 komentar:

  1. Walau raganya telah tiada ... namun jiwanya tetap akan hidup di hati kita ... karena tetes darahnya selalu mengalir di sekujur tubuh kita ....
    Seumur hidup pun kita tidak akan mampu membalas jasa dan kasih sayangnya ...
    Hanya do'a yg bisa kita panjatkan ke haribaan Allah SWT ....
    Semoga Allah melapangkan kuburnya, menjadikan setiap sudut kuburnya sebagaimana taman2 Syurga, mengampunkan dosa2nya, menerima amal ibadahnya dan membalas (pahala ibadah)nya dengan Kasih Sayang-Nya yg tak terhingga dan kelak ... semoga kita dipertemukan dengannya di Yaumil Mahsyar dalam keadaan baik dan sempurna dan menjadi ahli2 Syurga bersama orang2 yang dicintai Allah SWT ....
    Amiin ya Robbal Alamiin ..........

    BalasHapus
  2. Amiinn...Semoga begitu adanya...terimakasih ya...

    BalasHapus