Surabaya, 03 Desember 2010
Muchsin Nasution
Ujub artinya merasa diri lebih mulia dan lebih segala-galanya sehingga ia bangga. Dengan kata lain ujub adalah salah satu sifat mengagung-agungkan diri dan membangga-banggakan dirinya sendiri. Ujub termasuk pangkal utama penyakit rohani. jika ujub ini berlanjut maka seseorang akan cenderung bersifat sombong, tidak terbatas pada menyombongkan dirinya saja, tetapi terhadap kekayaannya, keturunannya, kedudukannya dan lain sebagainya.
Orang yang mempunyai kebiasaan bersifat ujub, maka ia kemana-kemana menyombongkan dirinya dan menceritakan pandangan orang lain kepada dirinya yang agung, hormat, hebat dan anggapan-anggapan yang lebih baik. Sesungguhnya ujub ini sangat berbahaya bagi kesehatan rohani dan ibadah kepada Allah. Dengan selalu membanggakan dirinya dan menganggap dirinya orang yang paling agung, mulia dan baik maka akhirnya ia memandang mudah perintah Allah. Anggapan demikian ini akhirnya melahirkan rasa malas bertaqwa kepada Allah Swt.
Rasulullah Saw. bersabda : " ujub ( Membanggakan diri ) akan merusak beberapa kebaikan seperti api memakan kayu bakar."
Ujub akan menimbulkan kesombongan yang pada akhirnya banyak kejelekan-kejeleknnya, baik dimata manusia maupun syariat agama dan juga merugikan dirinya sendiri. Dalam kehidupan di dunia dan pergaulan di masyarakat, orang yang bersifat sombong akan dibenci. sedangkan menurut pandangan Allah, orang yang sombong adalah yang berakhlak jelek/hina dan bagi dirinya sendiri, ia tetap bodoh karena tak mau belajar menuntut ilmu pada orang lain serta menganggap dirinya lebih berilmu tinggi. Seandainya kita menyadari bahaya ujub, maka kita akan tahu betapa banyak kerugian yang disebabkan dirinya.
Sahabat, dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa berbagai penyakit hati pada dasarnya terbagi menjadi tiga bagian, diantaranya ialah riya', ujub dan hasut. Oleh sebab itu, jika kita mengharapkan hidayah Allah, hendaknya apa yang dipelajari tentang kebaikan, ketulusan dan kerendahan hati dapat diterapkan dan diamalkan dengan istiqomah.
- Referensi : Meraih Hidayah Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar