Infomasi

7 September 2010

ATM, SOLUSI MUDAH DENGAN MASALAH

Serba-serbi Menjelang Mudik Lebaran
Surabya, 06 September 2010
ATM!!, semua orang cukup mengenal dengan mesin penarik uang cash  yang satu ini. Sebuah mesin yang biasa kita gunakan untuk menarik uang kapanpun kita mau.  Dan merupakan solusi mudah yang ditawarkan setiap Bank dalam bertransaksi. Hanya saja hal yang kita pikir mudah, ternyata bisa menjadikan bencana bagi kita bila sedang apes.


Seperti hal nya yang baru saja saya alami pada tanggal 03 September 2010, sekitar jam 18 : 00 WIB yang lalu. Saat itu saya membutuhkan uang tunai untuk keperluan buka puasa bersama dengan teman-teman se-kantor. Sekaligus uang tersebut akan saya gunakan untuk mudik menjelang lebaran yang tinggal 6 hari. Saya mempunyai ATM ditabungan BNI jadi saya menggunakan ATM BNI untuk pengambilan tunainya. Tapi saat pin dimasukan kemudian transaksi penarikan tunai diketik dengan angka 1 juta, ATM merespon bahwa untuk sementara ATM tidak dapat digunakan untuk penarikan tunai. Melihat pesan monitor seperti itu saya berinisiatip menggunakan layanan ATM bersama. Kali ini saya gunakan di ATMnya Mandiri. Kemudian saya lakukan cara seperti diatas dengan mengetik pin dan masuk pada pilihan penarikan tunai dan saya  masukan angka 1.5 jt karena saya pikir ATM bersama akan dikenakan charge sebesar 5000 per transaksi. Jadi untuk menghemat pengeluaran sia-sia saya langsung melakukan penarikan dengan angka 1.5 juta. Tapi lagi-lagi pesan yang sama tertulis dimonitor bahwa transaksi tidak dapat dilakukan. Saya mulai kesel karena uang tersbut memang sangat saya butuhkan karena teman-teman udah pada menunggu saya untuk berbuka bersama.

Tapi saat itu ada kekhawatiran dalam hati saya kalau-kalau uang tidak keluar tapi saldonya dipotong seperti  infomasi yang pernah saya baca di internet. Akhirnya saya kembali ke ATM BNI hanya sekedar untuk cek saldo. Disitu saya lihat saldo masih seperti semula hati saya pun lega. Namun karena kebutuhan uang tunai yang mendesak, saya terus berusaha untuk mendapatkan uang tunai dikarenakan buka puasa bersama kala itu, saya yang harus mentraktir teman-teman. Gimana jadinya andai kata mereka sudah nunggu tapi saya tidak memiliki uang. Oleh sebab itu, tanpa ada keraguan sedikitpun saya kembali menggunakan ATM bersama yang dimiliki oleh Bank NISP dengan harapan semoga uang tunai tersebut akan saya dapat dari ATM Bank ini. Saya pun segera memasukan kartu, menekan pin dan masukan jumlah transaksi senilai 1.5 juta. Kemudian saya menunggu beberapa saat untuk melihat hasilnya tapi rupanya saat itu saya tetap mendapatkan hasil yang sama bahwa untuk sementara ATM tidak melayani transaksi tunai. Saya menjadi bingung karena sudah tidak ada lagi pilihan tempat untuk pengambilan uang tunai. Dengan rasa malu malam itu saya meminjam uang seorang teman saya untuk mentraktir mereka. Dan saya juga tidak ada merasa kekhawatiran lagi soal saldo saya seperti sebelumnya. Kita langsung Buka bersama kemudian pulang.

Keesokan harinya yaitu tanggal 04 September 2010, saya berniat mengambil uang tunai kembali karena kebutuhan buat mudik yang sudah dekat dan sekaligus akan mengembalikan uang teman yang telah saya pinjam sebelumnya. Tapi alangkah kagetnya ketika mengecek saldo ternyata saldo saya telah terpotong sebesar 1.5 juta. Saat itu saya kangsung lemas mengingat ini pasti jadi urusan dan saya sangat butuh uang ini buat mudik lebaran. Dengan perasaan gugup saya ingin ke Bank BNI tapi sialnya hari itu adalah hari sabtu dan Bank pada tutup jadi saya harus menunggu hingga senin.

Pada hari seninnya saya langsung mendatangi Bank BNI untuk melaporkan kejadian ini dan diterima langsung oleh bagian CS ( Customer Service )nya. Setelah saya ceritakan kronologisnya pihak CS memberitahu saya bahwa harus dibuatkan surat komplain secara tertulis sekaligus memberitahukan bahwa uang saya akan dikembalikan tapi harus menunggu selama 1 bulan dengan alasan karena kejadiannya melalui ATM bersama. Jadi prosesnya akan lebih lama. Saya pun panik karena uang itu untuk keperluan mudik saya. Dan saya berusaha melakukan negosisiasi agar bisa dipercepat dicairkan sebelum lebaran tapi mereka tetap mengatakan harus menunggu selama satu bulan. Dan akhirnya saya pasrah sambil berpikir bahwa inilah rezeki saya . Saya hanya memohon waktu itu agar kalau bisa diberikan prioritas agar lebih cepat dicairkan karena saya sangat butuh uangnya. Pihak CS BNI akan mengusahakannya tapi apakah itu benar atau tidak saya juga tidak tahu pasti. Akhirnya jadilah saya berlebaran dengan uang yang tersisa di tabungan saya. Sambil berharap semoga saja uang saya akan dikembalikan segera dan utuh. Sampai tulisan ini saya update, uang tersebut belum juga didebetkan pada saldo saya. Inikah yang dinamanakan kalau ATM adalah solusi mudah untuk bertransaksi?. Tapi kenapa selaku konsumen saya tetap harus menahan kerugian karena uang yang saya butuhkan buat mudik lebaran harus ditahan Bank selama satu bulan. ( MKS )

2 komentar:

  1. Setelah selesai mudik ... apakah pernah ditanyakan kembali ke pihak Bank ...

    BalasHapus
  2. Sudah realisasi koq dari Bank..cuma waktu lebaran telah usai..pada hal dana itukan sangat dibutuhkan guna keperluan lebaran...

    BalasHapus